Home > Curhat, Pengalaman > Pikir-pikir sebelum membeli barang elektronik bukan di dealer resmi

Pikir-pikir sebelum membeli barang elektronik bukan di dealer resmi

Bener banget, sesuai dengan judul postingan di atas kita tentunya harus berhati-hati kalau mau beli barang elektronik kalau bukan di dealer resminya. Pengalaman saya membeli barang elektronik kalau di dealer resmi dan reseller kacangan terasa banget bedanya, mungkin anda pernah merasakan pengalaman yang serupa dengan saya? Saya yakin banyak cerita serupa di luar sana.

Pengalaman saya membeli barang elektronik di dealer resmi (atau paling tidak reseler yang cukup besar dan punya nama) hasilnya sangat memuaskan. Saya membeli laptop Apple G4 14″ pada tahun 2004 di Computa (Jl. Cik Di Tiro 10 Yogyakarta Indonesia). Saat itu memang saya merasa harganya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan reseller yang lain. Tapi saya tetap meyakinkan diri untuk ambil disana. Ternyata pilihan saya untuk membeli disana sangat tepat, karena saya mendapatkan pelayanan yang luar biasa dari staff computa. Saya masih ingat sekali nama bapak tersebut adalah Pak Priyo, beliau adalah staff ahli brand Apple di Computa. Hal yang menurut saya paling mengesankan adalah, pertama saya mendapatkan pelatihan awal dalam pengoperasian, karena laptop yang saya beli sangat tidak familiar dengan saya yang sebelumnya belum pernah menggunakan MAC OSX, (umumnya pake winduz kan). Kemudian saya juga mendapatkan bantuan software oleh beliau sesuai yang saya butuhkan. Mengingat mencari software Mac di pasaran lebih sulit. Hampir satu tahun saya menggunakan laptop Apple tidak pernah ada masalah yang serius, paling-paling hanya eror karena kesalahan saya sendiri. Dan akhirnya satu bulan sebelum masa garansi saya habis (tepat 11 bulan dari pembelian saya) speaker laptop saya yang sebelah kanan suaranya agak pecah. Sebelumnya saya pastikan dulu kalau bener-bener suaranya pecah baru saya datang ke Computa untuk melakukan klaim garansi saya, yang menerima saya saat itu Pak Priyo. Pak Priyo berjanji paling lama satu minggu laptop saya akan diperbaiki. Tepat satu minggu laptop saya sudah jadi dan saya mendapatkan pelayanan tambahan, permukaan laptop saya bagian dalam ternyata diganti semua. Alhasil laptop saya menjadi lebih kinclong dan mulus. Terimakasih sekali untuk Computa dan khususnya Pak Priyo. Saya sangat puas.

Pengalaman kedua saya adalah saat membeli iPod nano 2GB di Harrisma (Jl. C. Simanjuntak no. 33-37 Yogyakarta). Belum ada satu bulan genap pembelian ternyata batreinya agak ngedrop jadi kerasa lebih boros. Nah disini saya ketemu sama Mbak Susi ahlinya Apple juga. Klaim saya langsung dilayani dan kira-kira 2 minggu saya mendapatkan ganti iPod yang baru. Setelah beberapa waktu saya menggunakan saya merasakan bahwa batrenya sepertinya masih ngedrop, saya bingung itu emang batrenya iPod nano gitu semua atau saya yang salah dalam penggunaan. Akhirnya saya klaim garansi saya lagi. Setelah 2 minggu lagi saya menunggu akhirnya saya mendapatkan ganti iPod baru lagi. Dan kali ini saya sangat puas, tidak ada masalah lagi. Saya acungkan 2 jempol untuk Harrisma dan khususnya Mbak Susi yang dengan sabar mau melayani hingga 2 kali komplain. Mengagumkan.

Pengalaman saya yang ketiga adalah membeli PDA Atom Exec. Saya masih sangat menyesal kenapa membeli di reseler kecil hanya karena tawaran harga yang selisih lebih murah dibandingkan di Computa atau Harrisma. Saya membeli di Visitel ( jln Affandi/Gejayan 3A Yogyakarta). Karena saya membeli Atom Exec tentunya saya mendapatkan paket dengan Leather Case dan External QWERTY keyboard. Tapi waktu itu saya heran katanya paketannya ketinggalan di jakarta dan saya disuruh menunggu satu minggu. Ternyata barang datang diluar dugaan saya, yaitu baru datang 1 BULAN setelah waktu pembelian. Oke, mungkin itu bukan masalah yang besar. Nah permasalahan saya yang kedua adalah batrei yang saya miliki ternyata ngedrop juga, setelah saya bandingkan dengan Atom milik teman saya yang notabene waktu pemakaian dia lebih sering dibandingkan saya (untuk telpon dan SMS gitu) tapi batrenya habis lebih lama dibandingkan punya saya. Akhirnya saya komplain ke visite dan oleh pihak visitel, staffnya yaitu Mas Dwi, akhirnya batrei juga di proseskan untuk mendapatkan ganti. Kemudian saya diberikan batre pengganti sementara sementara batre diproses. Lagi-lagi saya menunggu hingga 2 bulan hingga mendapatkan batere saya yang baru datang. Fiuh. Nah permasalahan yang ketiga datang dari keyboar QWERTY. Keyboard tidak mau menyala sebagai mana mestinya. Pertama lampu berkedip-kedip kemudian pada beberapa tombol bila dipencet tidak mau bereaksi. Saya komplain lagi dan oleh pihak visitel berjanji akan membantu pengurusan komplain, mengingat visitel hanyalah reseller kecil. Saya masih ingat itu pemakaian saya baru berjalan 4 bulan. Dan pada kartu garansi saya tertulis garansi untuk perangkat PDA 12 bulan dan aksesorisnya 6 bulan. berarti saya masih punya sisa waktu 2 bulan untuk masa garansi. Setelah 1 minggu tidak ada kabar dari pihak visitel akhirnya saya menghubungi mereka dan mereka mengatakan barang saya sedang dikirim ke jakarta. 1 bulan setelah itu saya hubungi kembali dan mereka bilang barang saya sedang dikirim ke singapore. Okey, saya pikir mungkin harus kembali ke negara yang lebih besar. Dan kagetnya saya kemudian dikabari kembali bahwa barang saya tidak ada garansi, Lah what the hell, padahal di kartu garansi tertulis jelas ada jaminan selama 6 bulan. Setelah itu mereka bilang akan mengabari lagi perkembangan. Barang tersebut kembali lagi ke Indonesia dan kembali lagi ke Visitel total dari pertama kali saya masukkan membutuhkan waktu 2 setengah bulan. Gila..hanya untuk mengatakan tidak bisa diperbaiki makan waktu selama itu, jelaslah masa garansi saya kemudian juga sudah habis. Akhirnya saya minta kebijaksanaan visitel entah bagaimana caranya saya minta solusi untuk keyboard saya tersebut. Dan saya bilang coba ke Harrisma atau Computa selaku dealer resmi di Jogjakarta. Herannya kenapa mereka baru lapor kesana, lah terus selama ini penanganannya kemana dong yang sampai makan waktu 2 bulan itu?? Balik lagi kabar kalau katanya cma kehabisan batrei. Dan ada kerusakan pada software dan saya diharuskan membaya 150.000 rupiah untuk itu. Alamak…malah harus bayar pula. Akhirnya saya inisiatif untuk mengambil saja keyboard saya dan saya coba untuk membelikan baterei baru. Hari ini saya membeli Baterei baru dan saya coba masih saja seperti yang dulu, kedip-kedip untuk beberapa tombol dan tidak bereaksi apa-apa pada PDA saya. Yah…saya nggak tahu harus gimana dan kemana lagi saya harus mengurus. Balik lagi ke Visitel?? Sama juga bo’ong. Pesan untuk anda semua, sekali lagi pertimbangkan baik-baik ketika akan membeli barang elektronik yang cukup mahal. Pastikan kita membeli di dealer yang resmi. Sedikit lebih mahal memang, tapi kita juga mendapatkan pelayanan yang lebih pasti kan. Bayangkan saja anda mengalami kejadian yang serupa, pastinya juga akan dongkol kan. Kita sebagai konsumen harus lebih cermat. Semoga ini menjadi pengalaman buruk terakhir saya.

Categories: Curhat, Pengalaman
  1. May 10, 2008 at 4:04 pm | #1

    wakakaka….jadi gitu to kejadiannya waktu kamu nelpon pas wawancara asisten baru itu hehe

  2. September 6, 2008 at 12:54 am | #2

    saya juga punya pengalaman yang “cukup tidak menyenangkan” dari visitel di jl. gejayan. pd tgl 7 agustus yg lalu sy mendatangi visitel yang sudah lumayan punya pengunjung banyak dengan keluhan hp saya searching terus. diterima di cs oleh mas-mas, kemudian dikonsulkan ke tim teknisnya. katanya diganti ic (bener nggak nulisnya). tidak ada 30 mnt hp dikembalikan oleh mbak-mbak dengan keterangan sudah diganti ic nya bu. sy lihat memang sinyalnya sdh muncul senanglah hati ini. sambil menunggu nota dibuat sy sempat mbales sms dari beberapa teman. nota diberikan dgn tulisan servis dan keterangan garansi 1 minggu dgn kerusakan sama. waktu itu tak masalah krn hp bs digunakan tapi agak heran juga servis atau nganti ya. ah..pasti ngganti krn harga yang harus sy bayar Rp 125.000,- kalau servis kemahalan. dua hari kemuadian tak aada sinyal lagi. hp sy matikan dan tak tinggal di rumah krn ada tugas kantor ke jakarta dan bandung (saya kerja di Dinas Pendidikan) pake hp satunya. dua hari kemudian saya balik kok masih sama. krn masiha dalam masa garansi saya kembali ke visitel. ditemui oleh mbak-mbak kemudian dikonsulkan ke ahlinya dibelakang dinding dan dikatakan mungkin kartunya bu karena dicek semua bagus. ok.. saya ke galeri indosat. disana diganti kartu baru. ternyata sama saja. saya penasaran abetul. akhirnya sy konsulkan ke ahlinya dan ini memang benar-benar ahli dan tahu seluk beluk per-hp-an krn punya lembaga pendidikan yang mendidik calon-calon teknisi hp (lembaga pendidikan non formal dibawah naungan Dinas Pendidikan). sy datangi juga kantor cabagn hp tsb yagn di jogja. jawabannya sama ic yang merk itu belum ada stok di jogja, agak susah bu. bahkan dijelaskan yg “kanibal” saja mrk blm pernah njual. sambil pulang kemarin sore sy datangi visitel dengan maksud kalau ic nya msh ada mau sy minta. dgn sopan sy utarakan maksud sy. dijawab bahwa gak mungkin ic disimpan. sudah dibuang. sy kemukakan bahwa ic selangka itu mosok gak disimpan.kmd sy minta kepastian dgn menunjukkan nota, sebenarnya diservis atau diganti to.welhadhalah…… sy mlh seperti pesakitan diceramahi tentang kode etik sebagai teknisi yang tidak akan mungkin memberitahukan kerusakan hp kepada sy. mosok sih begitu….ya sudah akhirnya dgn tidak enak, kok malah sy sebgai konsumen yg dimarahi, komplain dan permintaan sy tdk diterima dulu. akhirnya sy minta dipertemukan dengan teknisi, mbak-mbak yang menginfokan bhw ic diganti dan mas-mas yang memberikan nota. pd waktu itu memang diakui bahwa mbak-mbak menerima perintah dr teknisi kalau ic diganti.clear sdh penjelasan mrk. sy cukup puas dgn pengakuan ini. namun teknisi msh dgn ngotot menceramahi sy ttg kode etik. akhirnya sy jelaskan dengan cukup logis menurut sy, tentu dgn sikap yg sopan dan tetap tersenyum, krn sy puasa. bahwa servis dan ngganti itu berbeda. semua profesi punya kode etik, tapi bukan itu yg dimaskud dgn kode etik. dia tetap ngotot bahwa tidak mungkin kalau kita operasi jantung, jantung juga diminta. sy katakan sudahlah mas, gak usah ngotot ini puasa. sy cuma konsumen yg dirugikan dan hanya butuh penjelasan ini diganti atau diservis. seorang pasien yg operasi usus buntu, usus yang sudah dipotong itu akan diberikan lagi kpd si pasien meskipun pasien itu tidak meminta. sy katakan semoga ini jadi pelajaran bahwa antara cs, teknisi dan pembuat nota harus sama informasinya sehingga tidak merugikan konsumen. oh.. visitel..visitel begitu arogannya kamu.
    sorri ya mbak widi atau mas widi. pagi ini sy cari info ttg visitel kok ketemu blog njenengan tentang pelayanan di visitel juga juga. salam kenal. semoga ada manajemen visitel yang mbaca. sayang kalau keterusan. mereka punya teknisi dan karyawan yang masih muda-muda dan cukup ahli di bidangnya. dipoles sedikit dan diberi pelatihan secukupnya tentang pelayanan kepada pelanggan akan lebih menguatakan posisi mereka diantara gerai-gerai lainnya. trims ya

  3. Joko
    November 27, 2008 at 10:56 am | #3

    Pye maz Widi udah ga Ganjel Duonkz

    • December 15, 2008 at 2:41 am | #4

      Sudah mas ipul, maturnuwun atas supportnya mas.
      Btw mas, punya license code buat navigatornya nggak?

  4. Dear Love
    January 28, 2009 at 4:16 pm | #5

    Saya mengalami hal serupa. Dulu sekali saya membeli PDA O2 di Visitel. Karena suatu hal, softwarenya error. Masih garansi jadi saya komplain ke visitel. Mestinya garansi masih ada sekitar 1 bulan lagi. Tapi waktu garansi kenapa aku harus ditagih 150rb!!! Kebanyakan dari temen2 juga bilang jangan beli di toko ini. PENIPU

    • victorpaidjoe
      January 2, 2010 at 5:12 am | #6

      TERNYATA…..BAIKNYA KALO GABISA SERVIS HP BILANG AJA GABISA,KAYA SAYA NIH TUKANG SRVIS HP TERJUJUR SEJOGJA…. KALO AKU GA MAMPU AKU JUGA BILANHG GAMAMPU,GANTI IC YA GANTI GAK CUMA DIANGETIN…EMANG SUSAH JADI MANUSIA LURUS…..

  5. jaladrisetoati
    January 31, 2009 at 7:04 am | #7

    iya mas visitel tuh ga profesional… saudaraQ aja mw mbenerin hp mlh ga balik hpnya untung aja hp murahan… dia juga ga ngurus…. padahal teknisinya itu temennya sendiri…

  6. February 22, 2009 at 12:01 pm | #8

    mengapa orang harus hati hati dalam membeli alat elektronik ya?

    toooooooooolllllllllllllloooooooooooooonnnnnnnnnnnggggggggg di jawad yach?

  7. November 20, 2009 at 1:13 pm | #9

    tiada gading yang tak retak,,,,tiada yang abadi…tanamlah sebatang pohon cinta
    yang berdaun kesetian
    berbunga ketulusan
    berakar kejujuran…banyaknya user ada yang tersenyum manis dengan kepuasan dan keramah tamahan karyawan visitel..ada yang mungkin kurang puas,,tp dngan mohon maaf jangan melebih2 kan permasalahan,,apalagi membesar besarkan masalah,,,visitel adalah sesok toko hp yang terpercaya.mksh

    • June 25, 2011 at 8:54 am | #10

      hahahaha….
      ni pasti orang visitel…
      mending beli di toko laen dah daripada di visitel, kemaren waktu dateng kesana ditawarin BB keluaran baru, tp kok kondisinya 2nd? harganya jg gk jauh beda ma yg baru. waktu ditanya, kok cepet bgt ada yg 2nd, trus masnya bilang “soalnya yg pnya ini salah beli, pengennya dia yg qwerty bukan yg touchsreen..”… hahahaha jayus masnya…. mana ada org yg percaya ma alasan begituan… paling tuh BB udah jatoh ke selokan trus dibenerin di visitel…
      dasar visitel penipu…

  8. February 26, 2010 at 9:48 am | #11

    Wah. Mesti hati-hati juga ni saya. Selain Visitel di mana lagi?
    Oh ya, saya 3 minggu yang lalu beli MicroSD di EL’S. Baru dibeli sudah gak bisa dipakai. Diklaim garansinya ternyata bagian service buka pagi sampai sore, padahal saya juga kerja pagi sampai sore.
    Garansinya 1 bulan replace, kalau sudah 3 minggu nunggu lalu apa artinya replace ya?
    Ini juga masih menunggu, belum ditelpon juga saya kalau saja garansinya sudah beres.
    Entahlah.

  9. anto
    May 20, 2010 at 12:42 pm | #12

    hmmm…..itulah bisnis jaman sekarang, harus hati2 melayani pelanggan/calon pelanggan, karena 1 orang ga puas bisa meruntuhkan nama baik yang susah payah dibangun pemilik/manajemennya…semoga bisa jadi cerminan buat semua..

  10. June 27, 2010 at 6:20 pm | #13

    Dalam dunia service elektronik semua terkandung unsur etika memang benar karena apa.? karena

    jasa service adalah ilmu yang di jual (skil ketrampilan), adapun pengantian part saya yakin

    tidak seberapa rupiahnya namun kalau sudah menyagkut tingkat kesulitan. maka tahap itulah

    harga mati bagi tukang service untuk menentukan kost service, dan jikalau harga service

    segitu konsumen tanpa pengantian part dan mengetahuinya pasti konsumen atau anda pun akan

    mengatakan tidak pantas atupun kemahalan karena tidak ada pengantian partnya dan saya yakin

    tukang service itu tetap menjaga kerahasian itu, jangan kan di visitel didealer besar aja

    saja kadang begitu ,dulu pengalaman ku service tvxx 29in layarnya hitam kata dialer itu

    ganti tabung harganya selisih 200ribu dengan beli baru ,eh tak cansel aja lantas tak bawa

    deh tempat servi tv disepuaran janti lah ternyata cuma regulatornya harganya 100 ribu jadi

    deh berhubung saya senang maka jasa service nya saya kasih 100 ribu total 250 padahal dia

    cuma minta 150 ribu, ya karena saya menghargai skil dia aja sih..dengan rasa penasaran tv

    tersebut saya bawa ke temanku yang ahli service tv juga walupun jauh tempat tinggalnya ,

    bongkar lagi tu tv dia tak suruh cek apa yang diganti cek cek… laa tu tv cuman di soldier

    ulang katanya ada yang gk menempel soldirranya, wah tenyata ilmu itu mahal kawan semua ada

    rahasianya, service electronic pejual makanan atu gorengan pun punya racikan yang rahasia ,

    dan jika kita bertanya mungkinkah kita dikasih resep yang sebenarnya ,tidak kan…karena ya

    ilmu tadi , maka saya berangapan jangan diliat dari sebuah nilai partnya,yang kedua saya pun

    sendiri pernah mengalami hal itu sevice hp juga dengan biaya yng mahal juga saya gak masalah

    maklum kerena itulah KARYA,selang 2 hari trobel lagi saya tunggu 1 minggu eh hp gak jadi2 ya

    minta retur, kebali deh uag…potong part , itulah teman KETERAMPILAN,JASA seseorang yg

    tidak ada nilainya,kebetulan saya adalah seniman…yang mengerti mengahargai karya dan

    keterampilan..
    bukanya saya membantu toko itu lho ini tapi kita terkadang tidak dapat menghargai nila2 itu

    dengan rupiah yang mungkin mahal bagi kita.
    saran saya mari kita menghargai KARYA dan KETERAMPILAN itU sendiri ,ambil contoh kecil aja

    lukisan sang MAESTRO AFANDI lukisnya cuman bergulung gulung badan yang dilumuri cat

    lukisanya, waduhh haraganya mbok tak ternilai…apakah pakai cat emas gk kan tapi itulah

    SKIL, KARYA, KETERAMPILAN ,ILMU ,JASA Pokoknya saudara2nyalah tdak ada NILAInya

  11. Panglima kumbang
    October 12, 2010 at 3:48 am | #14

    ha ha ha… ternyata visitel tu bosokkk… sma juga, aku pernah beli BB jaman 8310, e nggak ada seminggu batrenya ngedrop… di klaim kesana di kasih ganti batre sama aja batre bekas cuma di ambil dari BB lain,. dari pada banyak debat mending tak tinggal. terpaksa beli baru di kranggan, walaupun nggak ori tapi bisa bertahan sampe 3 hari dan awet smpe sekarang.. Pelayanan juga nggak mutu, cover sama iklannya aja “wah” tapi aslinya tau ndiri…

  12. Dyaninainu
    May 18, 2011 at 11:09 am | #15

    Butuh saran nich..
    Klo beli BB dimana dunk ,padahal rencananya mo beli di visitel.tp taunya kek gitu infonya..

  13. Sahroni Bungzhu
    July 27, 2011 at 1:11 am | #16

    waaaah ,, thanks banget info dari Blog nya, padahal saya berniat mau beli sesuatu di Visitel, dengan ada info2 ini saya jadi mengurungkan untuk beli di Visitel, memang harga sepertinya lebih murah kalau dibandingkan dengan yang lain, kalau di Computa saya punya pengalaman seperti mas Widi, saya pernah beli Laptop Sonny Vaio VGN-SR12G tahun 2008, saya mendapatkan pelayanan yang sangat memuaskan, bahkan sampai sekarang laptop masih sangat oke dan tidak pernah ada kerusakan berat, walaupun selalu dipakai setiap hari, semoga semua info ini bermanfaat.

  14. July 30, 2011 at 4:51 am | #17

    hati-hati jangan pernah beli gadget di visitel, paling juga hasil rekondisi….

  15. mas sulis
    August 27, 2011 at 11:04 pm | #18

    Wah ternyata ada tempat buat ngeluarin uneg2 nih,,kejadian yg saya alami sekitar setahun lalu,waktu itu lg booming hp esia paket dpt kertu dan bonus berlimpah,krn ngebet pgn beli,dimana2 kosong,akhirnya ke visitel..voila,ada barangnya,dengan hrg yg lbh tinggi dipasaran,kotak hp terbuka (pdhl tulisanya don’t accept if seal is broken) dan kartu esia bonus tidak ada,,parah,,tak minta brg lain bilangnya gak ada,kenapa dibuka,bilangnya emang dari sana (esia mgkn maksudnya) udah dibuka dicek biar tahu tfk ada kerusakan, pas tak tanya kartu dia jawab emang tdk ada dan udah berakhir promonya (dijawab mbaknya sambil bisik2 ke temennya),,krn butuh,akhirnya tak ambil aja hp tsb,,eee bener stlh tanya sana-sini,cerita pengalaman beli di visitel,ternyata pengalaman mereka hampir sama,,tidak puas dan merasa ‘tertipu’ dg visitel,,saya pikir yg plg berperan adalah pemilik,yg hrsnya baca komplain ini dan bbrp tmn yg lain yg bs dibaca di internet,utk memperbaiki pelayanan,,anak buah yg nakal dibina kalo perlu ‘dibinasakan’ krn yg mjd garda depan adalah mereka,persepsi org jd baik kl kerjanya baik, buruk kalau pelayanan mrk buruk,,sayang bgt kl reputasi mrk hancur krn pegawai mrk yg nakal dan manajemen yg tdk perduli dg keadaan tsb,,pesen saya,kalo mau beli barang elektronik,tanya2 dl ama org yg lbh pengalaman,beli di dealer yg rekomended,mahal sedikit tp terjamin,,salam..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.